Status message

Active context: hasil
 

Catalog No.: 
NE-V22G
Kemasan: 
96

Herpes Simplex Virus (HSV) adalah enveloped DNA virus (berdiameter 150-200 nm) golongan alpha-herpesviridae. Berdasarkan antigenitas, biokimiawi dan variasi biologis HSV dapat dibedakan ke dalam 2 serotipe, HSV-1 dan  HSV-2. Manusia adalah satu-satunya hospes dan sumber virus. HSV-1 biasanya menyebabkan oral herpes, sedangkan HSV-2 menyerang area genitalis. Sekali terinfeksi dengan HSV, maka seterusnya akan tetap terinfeksi sepanjang hidupnya.

HSV-1 & 2 pada kondisi inaktif atau 'silent' pengidapnya tidak menunjukkan gejala klinis, sebaliknya apabila aktif maka akan muncul gejala berupa bisul dan pengelupasan/pelepuhan kulit. Sekitar 90% populasi orang dewasa didapatkan seropositive HSV-1 dan 10-30% seropositive HSV-2. Sedangkan HSV-1 infeksi primer biasanya terjadi pada bayi (usia 6-8 bulan).

Individu yang beresiko terutama pada anak yang mewarisi defisiensi T-cell dan pasien penderita immunosupresif karena infeksi (mis. HIV), transplatasi atau pengobatan kanker. Jenis penyakit HSV-1 terutama adalah Herpetic gingivostomatitis, komplikasinya antara lain Herpetic keratitis dan Encephalitis sedangkan bentuk relapsnya adalah Herpes labialis. Gejala umumnya adalah dalam membran mukosa rongga mulut muncul sariawan yang banyak, demam disertai kulit mengelupas disekitar mulut atau wajah.

Pemeriksaan antibodi IgG spesifik antigen virus Herpes type 1 (HSV 1) metode ELISA ditujukan untuk evaluasi adanya respon serologis terhadap infeksi HSV primer atau yang pernah terpapar.

Herpelisa 1 IgG (Recombinant) adalah tes ELISA untuk deteksi kualitatif dan semikuantitatif antibodi IgG terhadap Herpes Simplex Virus type 1 (HSV-1) dalam serum manusia.

Keunggulan Herpelisa 1 IgG (Recombinant)

  • Menggunakan recombinant protein HSV 1-gG1c dengan berat molekul 35.7 kD  sebagai antigen yang dapat mengantisipasi reaksi silang 30 - 40% antara HSV 1 IgG dengan HSV 2 IgG maupun  HSV 1 IgM, sehingga tidak perlu tes paralel HSV 1 dengan HSV 2 sebagaimana produk tes HSV ELISA konvensional yang masih    menggunakan native antigen.
  • Reprodusibilitas hasil reaksi lebih stabil, tidak memerlukan spesimen ganda, lebih akurat, dan handal terutama untuk pemeriksaan dengan jumlah spesimen yang besar
  • Sensitifitas 98.8% dan spesifisitas >99%
  • Break-apart Wells (well mudah dipatahkan)
  • Bisa dilakukan pengenceran untuk hasil positif tinggi dengan larutan sodium chloride.

 

Informasi Produk

Produk          :   Herpelisa 1 IgG (Recombinant)

Metode          :   Kualitatif & semi-kuantitatif - Microwell Indirect ELISA

Sampel          :   Serum

No.Kat           :   NE-V22G

Kemasan       :   96 tes